Newsflash

Setelah sempat santri dipulangkan akibat erupsi merapi, kini (Senin, 22 Nopember 2010) semua santri telah kembali lagi menimba ilmu di PPSPA

Beranda
Welcome to the Frontpage
Beasiswa Dampak Merapi PDF Print E-mail
Written by Munirtadlo   
Sunday, 21 November 2010 11:05

BEASISWA

PONDOK PESANTREN SUNAN PANDANARAN YOGYAKARTA

TAHUN 2010

Kami turut berduka-cita atas dampak erupsi Merapi yang menimpa beberapa wali santri Pondok Pesantren Sunan Pandanaran (PPSPA). Semoga senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi semua ini. Sebagai bentuk dukungan kami:

1. Seluruh santri bebas SPP, Syahriyah dan Uang Makan bulan NOPEMBER 2010

2. Bagi santri yang terkena dampak tersebut akan mendapatkan beasiswa bebas pembayaran SPP (MA. Rp. 75.000,-. MTs. Rp. 70.000,-) dan Syahriyah Pesantren (Rp. 55.000,-) mulai bulan NOPEMBER 2010 s/d JUNI 2011.

Untuk itu, kepada para santri yang terkena dampak tersebut agar segera menghubungi bagian bendahara untuk mendaftar.

Demikian informasi ini kami sampaikan. Terimakasih.

Last Updated on Monday, 22 November 2010 15:45
 
Abu Vulkanik Merapi Guyur Pandanaran PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 02 November 2010 00:15

Area komplek 3 tertutup abu vulkanik Merapi

 

Pondok Pesantren Sunan Pandanaran terkena dampak dari meletusnya gunung Merapi baru-baru ini. Hujan abu vulkanik yang mengguyur hampir setiap sudut area Yogyakarta juga menerpa PPSPA. Hujan abu vulkanik pasca letusan mengubah wajah PPSPA menjadi putih berdebu.

Pada sabtu (30/10) dinihari, sekitar pukul 02.00 WIB, warga di sekitar Pandanaran panik oleh meletusnya Merapi beberapa saat sebelumnya. Santer terdengar isu awan panas akan mencapai kawasan candi dan sekitarnya. Walhasil, banyak warga segera mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Di Pandanaran, para pengurus segera mengambil sikap tanggap darurat. Mencoba menangkap situasi dengan akal sehat, pengurus pondok memprediksi bahwa awan panas tidak akan mencapai areal pesantren. Para santri segera dikumpulkan di masjid komplek 3 untuk melakukan mujahadah bersama. Meminta perlindungan kepada Allah Swt.

Sementara hujan abu vulkanik yang berlangsung sejak dinihari baru reda pada waktu subuh, sehingga seluruh sudut Pandanaran tertutup oleh abu vulkanik dan menjadi perhatian seluruh santri.

Media yang gencar memberitakan kepanikan di Jalan Kaliurang sontak membuat pengurus pondok panen dering telepon dari wali santri yang mengkhawatirkan anak-anaknya. "Wali santri tidak perlu terlalu mengkhawatirkan keadaan putra-putrinya. Insya Allah disini semua aman-aman saja, yang ada hanyalah hujan debu, tidak lebih", demikian ditegaskan oleh pengajar MI Pandanaran, Bp. Rohili.

Last Updated on Wednesday, 03 November 2010 23:45
 
Mursyid Naqsyabandiyah Suria Sirami Hati Santri Pandanaran PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 29 September 2010 05:50

 

Siapa saja santri putra maupun putri di Pesantren Sunan Pandanaran ini yang bisa menghafal Al-Qur’an dengan lancar dalam waktu enam bulan, akan saya beri hadiah kalung permata dari Suria. Tahun depan Insya Allah saya datang ke sini lagi untuk menepati janji saya ini.

Demikian salah satu tawaran Syeikh Rajab Al-Daib, Mursyid ‘Am Thariqoh Naqsyabandiyah di Republik Arab Suria, kepada para santri saat mengunjungi Pesantren Sunan Pandanaran pada Jumat (28/5/2010). Apa yang disampaikan oleh Syeikh Rajab merupakan ungkapan rasa cintanya kepada para santri yang dengan ikhlas menghafal Al-Qur’an.

“Sebaik-baiknya orang Muslim adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya,” kata Syeikh Rajab lebih lanjut. Beliau juga mengatakan bahwa apabila seorang penuntut ilmu agama sedang berjalan, maka malaikat Jibril menaruh sayapnya di dekatnya sebagai rasa hormat terhadapnya. Dan Jibril tidak pernah melakukan hal itu kecuali terhadap para penuntut ilmu.

Malaikat Jibril bertindak demikian, jelasnya, karena derajat para penuntut ilmu berada satu tingkat di bawah derajat para nabi. Maka, para santri di pesantren ini tengah berada di derajat yang sangat mulia. Teruskan lah belajar Al-Qur’an karena kalian mendapatkan kemuliaan dari Allah Swt.

“Tetapi jangan lupa memperhatikan hal-hal yang menunjang kemuliaan ini. Mempelajari Al-Qur’an harus dibarengi pula dengan membersihkan hati dan raga. Wudhu akan memberihkan raga, dan melakukan hal-hal yang baik akan membersihkan jiwa. Maka hendaklah kalian senantiasa melakukan semua itu,” kata Syeikh Rajab memberikan saran.

Last Updated on Friday, 01 October 2010 06:37
Read more...
 
Iwan Fals Selami Islam di Pesantren Pandanaran PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 28 September 2010 00:00

 

“Ribuan kilo jalan yang kau tempuh, lewati rintang untuk aku anakmu. Ibuku sayang masih terus berjalan, walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah…”.

Alunan lagu yang mengajak setiap pendengar menghormati seorang ibu itu biasanya terdengar di tape, radio atau nada dering telepon genggam. Tapi malam itu, sang pelantun, Iwan Fals, membawakannya langsung di hadapan para santri Pesantren Sunan Pandanaran.

Kali ini, pemilik nama asli Virgiawan Listanto itu tidak sedang konser untuk memenuhi hasrat anak muda yang tenggelam dalam hura-hura. Tetapi bersama santri ingin menyelami nilai-nilai keislaman lewat lagu yang pernah ia ciptakan. Maka, lagu pembuka bertema Ibu ia bawakan untuk mengajak semua pendengar menjunjung tinggi harkat ibu yang begitu dihormati dalam ajaran Islam.

Malam itu, 26 April 2010, suasana di Komplek al-Khandaq memang berbeda dari hari-hari biasanya. Para santri melewati malam di tengah hingar-bingar suara musik rock yang dipadu dengan musik Jawa, racikan grup musik Ki Ageng Ganjur. Menurut Zastrouw al-Ngatawi, pimpinan Ki Ageng Ganjur, konser tersebut merupakan rangkaian dakwah menyebarkan ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.

Zastrouw menyampaikan pesan-pesan agama dalam bingkai ceramah budaya, sedangkan Bang Iwan, panggilan akrab Iwan Fals, melantunkan lagu-lagu bernafas keislaman. Perpaduan keduanya menghasilkan model dakwah “gaya baru”. Tetapi justru berhasil menyihir para santri, hingga mereka betah berlama-lama duduk termangu di atas rumput tanpa alas.

Sesaat sebelum Iwan Fals tampil di panggung, Zastrouw mengatakan bahwa esensi dari syair lagu Iwan selaras dengan ayat-ayat Al-Quran. “Kepekaan batin Mas Iwan melahirkan lagu-lagu yang selaras dengan ayat-ayat Al-Qur’an,” kata lelaki yang selalu mengenakan blangkon ini.

Last Updated on Monday, 01 November 2010 16:38
Read more...
 

Poling

Anda menyukai web site PPSPA yang baru?