Sistem Baru untuk Menjaring Khatimin Berkualitas

Santri Pandanaran tampak lebih sibuk dari hari-hari biasanya. Mereka sedang mempersiapkan acara Khatmil Qur’an yang sedianya akan dilaksanakan pada 28 Juli 2010 mendatang. KH. Mu’tashim Billah mengingatkan panitia pelaksana bahwa hajatan Khatmil Qur’an ini merupakan bagian dari ibadah. Maka hendaknya tidak diniatkan untuk mencari keuntungan materi. Seluruh biaya operasional akan ditanggung oleh Pesantren. KH. Mu’tashim Billah juga mengharapkan adanya peningkatan kualitas peserta khataman. Beliau memberikan pengarahan kepada panitia supaya proses seleksi diperbaiki untuk menjaring peserta khataman yang berkualitas baik. Pengarahan ini, seperti diakui oleh pihak panitia, telah dilaksanakan sebaik-baiknya. Konsekuensinya, menurut mereka, jumlah peserta khataman menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pengurus Putri Komplek III, Wasithah, menjelaskan bahwa proses seleksi peserta Khatmil Qur’an Juz ‘Amma dan Binnadzri sudah dimulai sejak bulan Maret 2010. “Calon peserta hafalan juz 30 (Juz ‘Amma) sudah mulai disimak. Sementara peserta binnadzri sudah dites bacaan surat Yasin dan surat Kahfi”, jelas Wasithah. Lebih lanjut ia mengatakan, tahun ini jumlah peserta khataman Juz ‘Amma dan binnadzri mengalami penurunan dibandingkan tahun kemarin. Bukan karena jumlah pendaftar yang berkurang, tetapi disebabkan karena proses seleksi yang diperketat. Bacaan mereka harus lancar dan berdasarkan kaidah tajwid yang benar.

Seleksi calon peserta Khatmil Qur’an meliputi kualitas hafalan dan bacaan Al-Qur’an serta penguasaan praktek ibadah. Untuk kategori Juz ‘Amma meliputi praktek wudlu, shalat, hafalan wirid dan doa-doa setelah shalat. Sedangkan untuk kategori binnadzri ditambah hafalan surat Yasin dan Kahfi, tahlil dan doanya. Menurut ketua panitia Khatmil Qur’an 2010, Azka Sya’bana, melalui rentetan ujian tersebut diharapkan akan terjaring peserta khataman yang selain terbukti mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar, juga mampu menjalankan ibadah secara sempurna.

Sementara itu, di komplek Huffadz, proses seleksi peserta khataman juga sudah dimulai sejak bulan Maret lalu. Untuk santri putra calon peserta Khatmil Qur’an 30 juz bil ghaib, diwajibkan menghafal 30 juz sekaligus (glondongan) di depan H. Muslim Shofwan. Sedangkan santri huffadz putri disimak langsung oleh Ibu Nyai Hj. Sukaenah. Selain itu, santri huffadz putra maupun putri harus menyetorkan hafalannya sebanyak 30 juz kepada KH. Mu’tasim Billah. Sejauh ini, pihak panitia telah bekerja maksimal untuk menyukseskan Khatmil Qur’an 2010. Menurut Azka Sya’bana, khataman tahun ini harus lebih baik ketimbang tahun kemarin. “Karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu menyukseskan acara ini. Dan kami memohon doa restu agar khataman tahun ini berjalan lancar,” kata Azka kepada Suara Pandanaran.

Artikel di atas dimuat di Majalah Suara Pandanaran edisi Juni 2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *