Ahay…, al-Khandaq Juaranya!

Sepak bola adalah cabang olah raga terpopuler di planet bumi. Tak heran bila cabang olah raga ini menjadi ajang yang sangat ditunggu-tunggu oleh para santri. Seolah hendak menyambut Piala Dunia 2014 di Brasil, para santri Pandanaran juga bersepakbola ria dalam memeriahkan Idul Adha. Ya, Liga Idul Adha. Dalam Liga Idul Adha jilid 2013 ini memang berlangsung sangat meriah dan mencengangkan dibanding sebelumnya. Para pendukung dari masing-masing angkatan sibuk dalam meramaikan dan memberi dukungan kepada tim angkatannya. Bendera, spanduk, aksesoris, hingga membentuk koreo pun dilakukan.

Bak undian Liga Champions, para peserta Liga Idul Adha melakukan drawing yang cukup alot dan memacu adrenalin. Bagaimana tidak, baru di babak awal, anak Kelas 3 MA bersua tim Saman, sementara bocah-bocah kelas 1 MTs malah harus melawan tim pengurus (lihat grafis) ! Hasil ini ibarat menyajikan bigmatch Juventus vs Barcelona dan partai njomplang FC Bayern Muenchen vs Club Brugge di kompetisi LC benua Eropa sana.


Tim Kelas 3 MA berisikan pemain dengan materi penuh talenta, lolos ke babak semi final dengan mudah setelah melumat anak-anak santri mandiri dengan skor 4-0 pada matchday I. Pada partai yang mempertemukan antara 1 MA dengan 3 MTs, dalam pertandingan berlangsung cukup sengit akhirnya Tim 1 Aliyah berhasil memastikan tempat di semi final setelah menghempaskan pasukan Kelas 3 MTs dengan skor mencolok 4-1.

Bagan Liga Sepak Bola Al-Khandaq

Tim Kelas 3 MA berisikan pemain dengan materi penuh talenta, lolos ke babak semi final dengan mudah setelah melumat anak-anak santri mandiri dengan skor 4-0 pada matchday I. Pada partai yang mempertemukan antara 1 MA dengan 3 MTs, dalam pertandingan berlangsung cukup sengit akhirnya Tim 1 Aliyah berhasil memastikan tempat di semi final setelah menghempaskan pasukan Kelas 3 MTs dengan skor mencolok 4-1.

Di matchday ke-2 menampilkan partai Daud vs Jalut, yaitu antara Pengurus dan 1 MTs. Cukup jelas dan mudah sekali bagi pengurus untuk memenangkan pertandingan. Tim Pengurus menghancurkan 1 MTs dengan gelontoran 9 gol tanpa balas. Walhasil Pengurus berhak akan 1 tiket di semi final. Partai berikutnya adalah pertandingan antara 2 MA dengan 2 MTs. Tidak tinggal diam, pasukan 2 MTs tetap meladeni permainan seniornya, 2 MA walaupun hasil akhir 2 MA menang dengan skor cukup 3-1. Dengan demikian 2 MA akan ditunggu oleh 3 MA, Pengurus, dan 1 MA di panggung semi final.

Di perhelatan semi final matchday 3 mempertemukan antara 3 MA dan Pengurus dan 2 MA melawan 1 MA. Dalam partai ini, 3 MA mengerahkan kemampuan terbaiknya dan sanggup melenggang ke babak final dengan menundukkan Pengurus dengan skor tenis, 6-1. Di partai lain 2 MA memainkan perlawanan sengit dengan juniornya. Berbekal pengalaman dan skill, 2 MA dengan susah payah menyingkirkan armada 1 Aliyah dengan skor 2-0.

Sudah pasti babak final mempertemukan duel klasik antara 3 MA dan 2 MA. Duel ini adalah duel terpanas dikarenakan mempertemukan antara senior dan junior. Sekadar informasi, bahwa pada edisi tahun lalu 3 Aliyah sukses menggebuk 2 Aliyah dalam putaran final yang berkesudahan 4-3 untuk kemenangan 3 Aliyah. Saat itu Miftakhul Manan dan Ahmad Rofi’i menjadi aktor di balik kemenangan itu. Pada laga yang bertajuk El Clasico jilid 2013 ini, 3 Aliyah menurunkan komposisi terbaiknya yaitu penjaga gawang Prasetyo, Bagas Rahmad, M. Marzuqi dan duo dinamo tim seperti Arturo Vidal, yaitu Ahmad Suwandi dan Ahmad Zamzuri. Mereka berperan mengalirkan bola bagi rekan-rekannya. Tak ketinggalan juga predator mematikan di pos striker, yaitu M. Fajar Shidiq. Bak adu strategi di Piala Dunia, tim 2 Aliyah pun turut meracik kekuatan tersendiri. Ada penjaga gawang Khaedar Assegaf, Althof Dinantama, M. Anang Fauzi, Najdi Al Khatami, Abidzar Rais dan Lionel Messi-nya 2 Aliyah, Obim Duanda.

Atmosfer pertandingan diwarnai dengan penampilan para suporter yang menghujani Lapangan Komplek 3. Teriakan yel-yel kemenangan, gemuruh nyanyian yang dibawakan suporter demi menambah daya juang dari masing-masing tim. Setelah menjalani pertandingan cukup ketat, jebret… 3 Aliyah keluar sebagai juara setelah mengunci kemenangan atas 2 Aliyah dengan skor 4-0. Saat itu juga kembali 3 Aliyah menjadi primadona di kompetensi ini. Selain itu, centre forward andalan, M. Fajar Shidiq (3 Aliyah), berhasil menyabet gelar top scorer dengan torehan 7 gol.

Kompetisi diwarnai kebersamaan dan ikatan kekeluargaan para santri. Di situlah esensi liga, bukan pada hiruk pikuknya. Kelas 3 Aliyah memang juara, namun ahay….juara sejati adalah santri alKhandaq dengan kebersamaannya dalam Liga Idul Adha. Salut dan sampai jumpa tahun depan. Au revoir!

*) Artikel di atas dimuat di majalah Suara Pandanaran edisi Januari 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *