Zero Stress

Agenda lomba dalam rangka Idul Adha tak hanya diselenggarakan santri putra. Di areal lain komplek III, santri putri juga tak kalah istimewa dalam menggeber beragam lomba. Apa saja? Menyemarakkan hari raya Idul Adha, HTT PI 2013/2014 menyelenggarakan kegiatan lomba “Takbir Akbar dan Pensi” per angkatan pada malam 14 Oktober 2013 (9 Dzulhijjah 1434 H), bersama seluruh santri dan pengurus komplek 3 putri. Kegiatan tersebut berisikan berbagai acara yakni lomba takbir akbar, pentas seni, berupa teatrikal Islamic dengan tema sufi, walisongo, java islamic, 1001 malam, arabic, dan Indian islamic.

Keesokan harinya para santri putri melaksanakan sholat Ied di Komplek 2, lalu dilanjutkan dengan beberapa acara menarik yang dibuat oleh para santri. Pertama, anak-anak mengadakan nonton bareng. Kedua, acara nonbar dilanjutkan dengan berbagai acara lomba menarik seperti Javugo (Java Futsal Gokil). Di sini, para santri memainkan futsal dengan menggunakan kostum unik dan diiringi musik.

Berikutnya adalah lomba Dance Ball, yakni game yang cara permainannya adalah bermain estafet bola, dan jika ada musik semua harus dancing, namun jika musiknya berhenti semua harus berhenti. Terakhir, anak-anak memainkan Goyang Make Up, yakni me-make up lawan main dengan
mata tertutup dengan musik. Well, acara-acara seperti ini menjadi wahana “kalibrasi otak” alias refreshing sejenak setelah sepanjang tahun selalu bergelut dengan buku. Aneka lomba seperti ini bisa mengusir kepenatan yang mungkin muncul bagi setiap jiwa yang bermukin di al-Khandaq.

Lebih dari itu, aneka lomba Idul Adha bukan bertujuan untuk sekadar hura-hura, namun lebih bagaimana melatih para santri untuk membangun kekompakan, kerukunan santri dan menumbuhkan sikap sportif bagi santri. Idul Adha? Competition express, Zero stress!

Ahay…, al-Khandaq Juaranya!

Sepak bola adalah cabang olah raga terpopuler di planet bumi. Tak heran bila cabang olah raga ini menjadi ajang yang sangat ditunggu-tunggu oleh para santri. Seolah hendak menyambut Piala Dunia 2014 di Brasil, para santri Pandanaran juga bersepakbola ria dalam memeriahkan Idul Adha. Ya, Liga Idul Adha. Dalam Liga Idul Adha jilid 2013 ini memang berlangsung sangat meriah dan mencengangkan dibanding sebelumnya. Para pendukung dari masing-masing angkatan sibuk dalam meramaikan dan memberi dukungan kepada tim angkatannya. Bendera, spanduk, aksesoris, hingga membentuk koreo pun dilakukan.

Bak undian Liga Champions, para peserta Liga Idul Adha melakukan drawing yang cukup alot dan memacu adrenalin. Bagaimana tidak, baru di babak awal, anak Kelas 3 MA bersua tim Saman, sementara bocah-bocah kelas 1 MTs malah harus melawan tim pengurus (lihat grafis) ! Hasil ini ibarat menyajikan bigmatch Juventus vs Barcelona dan partai njomplang FC Bayern Muenchen vs Club Brugge di kompetisi LC benua Eropa sana.


Tim Kelas 3 MA berisikan pemain dengan materi penuh talenta, lolos ke babak semi final dengan mudah setelah melumat anak-anak santri mandiri dengan skor 4-0 pada matchday I. Pada partai yang mempertemukan antara 1 MA dengan 3 MTs, dalam pertandingan berlangsung cukup sengit akhirnya Tim 1 Aliyah berhasil memastikan tempat di semi final setelah menghempaskan pasukan Kelas 3 MTs dengan skor mencolok 4-1.

Bagan Liga Sepak Bola Al-Khandaq

Tim Kelas 3 MA berisikan pemain dengan materi penuh talenta, lolos ke babak semi final dengan mudah setelah melumat anak-anak santri mandiri dengan skor 4-0 pada matchday I. Pada partai yang mempertemukan antara 1 MA dengan 3 MTs, dalam pertandingan berlangsung cukup sengit akhirnya Tim 1 Aliyah berhasil memastikan tempat di semi final setelah menghempaskan pasukan Kelas 3 MTs dengan skor mencolok 4-1.

Di matchday ke-2 menampilkan partai Daud vs Jalut, yaitu antara Pengurus dan 1 MTs. Cukup jelas dan mudah sekali bagi pengurus untuk memenangkan pertandingan. Tim Pengurus menghancurkan 1 MTs dengan gelontoran 9 gol tanpa balas. Walhasil Pengurus berhak akan 1 tiket di semi final. Partai berikutnya adalah pertandingan antara 2 MA dengan 2 MTs. Tidak tinggal diam, pasukan 2 MTs tetap meladeni permainan seniornya, 2 MA walaupun hasil akhir 2 MA menang dengan skor cukup 3-1. Dengan demikian 2 MA akan ditunggu oleh 3 MA, Pengurus, dan 1 MA di panggung semi final.

Di perhelatan semi final matchday 3 mempertemukan antara 3 MA dan Pengurus dan 2 MA melawan 1 MA. Dalam partai ini, 3 MA mengerahkan kemampuan terbaiknya dan sanggup melenggang ke babak final dengan menundukkan Pengurus dengan skor tenis, 6-1. Di partai lain 2 MA memainkan perlawanan sengit dengan juniornya. Berbekal pengalaman dan skill, 2 MA dengan susah payah menyingkirkan armada 1 Aliyah dengan skor 2-0.

Sudah pasti babak final mempertemukan duel klasik antara 3 MA dan 2 MA. Duel ini adalah duel terpanas dikarenakan mempertemukan antara senior dan junior. Sekadar informasi, bahwa pada edisi tahun lalu 3 Aliyah sukses menggebuk 2 Aliyah dalam putaran final yang berkesudahan 4-3 untuk kemenangan 3 Aliyah. Saat itu Miftakhul Manan dan Ahmad Rofi’i menjadi aktor di balik kemenangan itu. Pada laga yang bertajuk El Clasico jilid 2013 ini, 3 Aliyah menurunkan komposisi terbaiknya yaitu penjaga gawang Prasetyo, Bagas Rahmad, M. Marzuqi dan duo dinamo tim seperti Arturo Vidal, yaitu Ahmad Suwandi dan Ahmad Zamzuri. Mereka berperan mengalirkan bola bagi rekan-rekannya. Tak ketinggalan juga predator mematikan di pos striker, yaitu M. Fajar Shidiq. Bak adu strategi di Piala Dunia, tim 2 Aliyah pun turut meracik kekuatan tersendiri. Ada penjaga gawang Khaedar Assegaf, Althof Dinantama, M. Anang Fauzi, Najdi Al Khatami, Abidzar Rais dan Lionel Messi-nya 2 Aliyah, Obim Duanda.

Atmosfer pertandingan diwarnai dengan penampilan para suporter yang menghujani Lapangan Komplek 3. Teriakan yel-yel kemenangan, gemuruh nyanyian yang dibawakan suporter demi menambah daya juang dari masing-masing tim. Setelah menjalani pertandingan cukup ketat, jebret… 3 Aliyah keluar sebagai juara setelah mengunci kemenangan atas 2 Aliyah dengan skor 4-0. Saat itu juga kembali 3 Aliyah menjadi primadona di kompetensi ini. Selain itu, centre forward andalan, M. Fajar Shidiq (3 Aliyah), berhasil menyabet gelar top scorer dengan torehan 7 gol.

Kompetisi diwarnai kebersamaan dan ikatan kekeluargaan para santri. Di situlah esensi liga, bukan pada hiruk pikuknya. Kelas 3 Aliyah memang juara, namun ahay….juara sejati adalah santri alKhandaq dengan kebersamaannya dalam Liga Idul Adha. Salut dan sampai jumpa tahun depan. Au revoir!

*) Artikel di atas dimuat di majalah Suara Pandanaran edisi Januari 2014

Fadhla Rizkia, Juara Olimpiade Minus Bahasa Planet

Fadhla Rizkia (17), adalah peraih nilai UN Matematika dan Himawati ini pernah menjadi Juara II tertinggi di MASPA. Putri pasangan Encep Wahid Shaleh Lomba Baca Puisi dan Lomba Pidato tingkat kabupaten saat bersekolah di SMPN 1 Cipanas. Setelah lulus, Fadhla merantau di city of education, Yogyakarta. Penggemar Laksa ini masuk Pandanaran meski minim info. Di tahun pertama, mojang sunda ini mulai beradaptasi dengan budaya Jawa. “Angel tenan…”, demikian akunya kepada Suara Pandanaran dengan logat Sunda yang kental. Walau “badai menghadang”, pengagum Rasulullah saw dan Onno W. Purbo ini tetap giat belajar “bahasa planet” tersebut.

Di teritori akademik, eks finalis Pildacil II ini berusaha meraih prestasi di MASPA. Tahun debut, Fadla meraih rangking 5 besar di kelas. Adaptability-nya yang semakin baik berpengaruh terhadap koleksi medali dan makin aktif di eskul MASPA. Maniak Matematika dan Fisika ini menjadi Juara III Lomba Resensi Buku Bilingual tingkat SLTA se-DIY.
Masih berlanjut, Fadla meraih juara II Olimpiade Matematika Region Jawa di kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, bersama Mukhlis Setiana (Temanggung) dan Ana Zahrotul Munawwaroh (Wonosobo).

Sebagai anggota juara tim Olimpiade Matematika dari MASPA pertama kali sepanjang sejarah, Fadhla berterima kasih kepada para guru. “Nggak rugi sekolah di MASPA. Gurunya amazing dan keren abis“, ungkapnya senang.
Terakhir, Fadla berpesan; Allah telah menakdirkan sesuatu kepada tiap hamba-Nya. Maksimalkan kesempatan menuntut ilmu di manapun untuk mengukir sejarah, jadilah teladan, dan tetap semangat belajar untuk hari esok yang lebih baik. Oke, jangan lupa juga belajar ngendikan bahasa alien, Fadla!

Artikel di atas dimuat di Majalah Suara Pandanaran edisi April 2012

Cinta Membawa Mereka Ziarahi Makam

Sejuk dan menyejukkan. Begitu suasana yang segera terasa ketika menginjakkan kaki di area makam KH. Mufid Mas’ud. Rerimbunan pohon dan bunga di sekitar areal makam dipadu dengan lantunan ayat-ayat Alquran dan shalawat menciptakann kesejukan di hati.

Ketika hendak memasuki area makam KH. Mufid, peziarah terlebih dahulu melewati sebuah jembatan kayu yang klasik dan eksotis. Dari jembatan itu, tampak air mengalir deras di sela-sela bebatuan. Gemericik air sungai terdengar jelas.

Air yang menimbulkan kesegaran berpadu dengan rimbunnya pohon menciptakan suasana yang menentramkan. Betapa tidak, Alquran sendiri menegaskan bahwa air lah yang dijadikan Allah untuk menghidupkan segala sesuatu. Air pula yang digunakan untuk menggambarkan indahnya surga, yaitu air yang mengalir di sungai-sungai di bawah surga firdaus.

Area makam semakin tampak apik tatkala peziarah memasuki pelataran makam. Aneka bunga tumbuh di sana. “Kok suasananya seperti di taman bunga ya?”, gumam seorang peziarah. Bunga-bunga itu tampak selalu basah dan segar. Diletakkan berjajar rapi di dalam pot-pot kecil di sepanjang pelataran yang bersih. Suasana makam jauh dari kesan kumuh dan angker. Bangunan makam pun didesain secara modern. Atap berarsitektur joglo yang disangga dengan beberapa tiang. Lantainya dari keramik mengkilat. Sebagiannya ditutup karpet merah dan hijau. Penerangan makam pun sudah sangat memadai. Plus area parkir yang cukup luas.

Tak Pernah Sepi Peziarah

Dalam prosesi membaca surat Yasin, doa, atau tahlil, para peziarah biasanya duduk melingkar di makam KH Mufid. Area makam dapat menampung ratusan orang, tanpa pagar besi pembatas. Sehingga para peziarah bisa berada sedekat mungkin dengan makam. Seolah ada pesan bahwa kedekatan antara almarhum dengan orang-orang di sekelilingnya senantiasa terjaga. Bagian dalam makam dibagi menjadi dua. Bagian selatan untuk laki-laki dan utara untuk wanita.

Menurut pengurus makam, makam KH. Mufid tidak pernah sepi dari peziarah. Terutama para santri huffadz. Bahkan para santri senior kerap menginap untuk tirakat khataman Alquran di hadapan sang Guru. “Karena banyaknya orang yang baca Alquran di sini, maka di sana-sini banyak ditemui mushaf AlQur’an”, kata salah seorang pengurus makam.

Ia melanjutkan, pada hari Kamis dan Jumat jumlah santri yang berziarah jauh lebih banyak. Pun demikian dengan alumni dan masyarakat sekitar. Ramainya peziarah disebabkan oleh banyak hal. Sebagian alumni mengakui bahwa pengaruh pendidikan KH Mufid kepada para santrinya membekas begitu dalam.

Itulah sebabnya, mengapa mereka harus menziarahi makam Beliau. Ikatan antara KH Mufid dengan santri bukan didasari atas hutang budi, tetapi dilandasi cinta antara murid dan guru. Pesan-pesan yang Beliau sampaikan kepada para santri terus hidup dalam jiwa mereka.

Para santri KH Mufid tidak meragukan keikhlasan Beliau dalam mendidik. Islam sendiri mengajarkan, bahwa jika amal perbuatan dilandasi atas keikhlasan, maka pelakunya seolah hidup sepanjang masa. Meski KH Mufid telah menghadap Sang Pencipta, namun Beliau tetap hidup di hati keluarga dan santri Beliau.